Judul asli : FORGIVENESS: The Glorious Face of Love
Judul Indonesia : PENGAMPUNAN: Wajah Mulia Cinta
Penulis : Frances Hogen
Alih Bahasa : Petrus Salu, SVD
Penerbit : Lapopp Press
Tahun Terbit : Jakarta 2012
Halaman : 137 halaman ,
Ukuran : 148,5 x 210 mm
Harga : Rp 31.000,-

Mengampuni, memaafkan, merupakan suatu kebajikan yang tidak mudah dilakukan.
Ada banyak dari kita kesulitan untuk mengampuni dengan tulus.

Mengampuni berarti mencintai karena mengampuni menjadi cara terampuh untuk memutuskan rantai kekerasan dan balas dendam.

Buku Pengampunan: Wujud Mulia Cinta
Buku Pengampunan: Wujud Mulia Cinta (Foto: gitabahana.com)

Sikap mengampuni merupakan anugerah bagi diri sendiri dan orang lain yang kita maafkan. Seperti sebuah seni yang harus dipelajari, mengampuni juga harus dipelajari.

Frances Hogen dengan jeli merefleksikan bahwa pengampunan adalah wujud Mulia dari cinta. Pengampunan adalah salah satu kunci kerajaan Allah yakni DAMAI.

Pengampunan adalah sebuah sekolah hati, karena mengampuni berarti mencintai, dan mencintai berarti mengampuni. Pengampunan sangat dibutuhkan dalam hidup bersama di tengah masyarakat yang majemuk.

Membaca buku ini, anda akan menemukan nilai dan rahasia terbesar dari mengampuni. Buku ini memaparkan seni mengampuni dengan tulus.

Dalam buku ini Anda dapat menemukan indahnya mengampuni dengan belajar dari pengalaman Yesus dan kisah dalam Kitab Suci lainnya. Untuk dapat mengampuni kita perlu menyediakan hati yang lapang dan terbuka terhadap rahmat Tuhan.

Tuhanlah yang memampukan kita mengampuni. Membaca buku ini, Anda akan menemukan bahwa pengampunan yang kita lakukan bukan hanya menyembuhkan orang yang menyakiti kita, tetapi juga mengubah banyak orang yang menyaksikan pengampunan itu.

Buku ini sangat layak anda miliki untuk membantu mengembangkan diri dengan salah satu keutamaan terpenting Kristiani yakni mengampuni. Sebab siapa yang mengampuni, maka dosanya akan diampuni.


“Pengampunan adalah sebuah sekolah hati, karena mengampuni berarti mencintai dan mencintai berarti mengampuni.”

Pater Petrus Salu, SVD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here